Berhati-hatilah terhadap "Depresi"!

Pergi mengarungi laut.
Dan di kedalaman laut yang tanpa beban inilah.......
segala dambaan menjadi nyata.
Dua jiwa bersatu demi satu keinginan
Kita saling bertatapan,
sambung menyambung bagai gema.
Bersahutan dalam keheningan.

"Dalam dan semakin dalam..."
Melampaui keterbatasan raga.
Namun aku selalu terjaga,
dan selalu mendamba kematianku.
Bibirku selamanya akan terjerat dalam helai rambutmu.

Ruben Sampedro


"The Sea Inside". Sebuah film yang sarat dengan pesan-pesan moral, nilai dan kebermaknaan hidup seorang anak manusia. Suatu kisah tragis yang bercerita tentang Ruben Sampedro, seorang mekanik kapal yang lumpuh akibat kecelakaan saat menyelam. Suatu keadaan yang membuat Ruben frustrasi selama kurang lebih 28 tahun 4 bulan. Sebuah masa yang tidak sebentar bagi seorang yang lumpuh seperti dirinya untuk hidup diatas tempat tidur tanpa dapat berbuat apa-apa. Kondisi ini membawa Ruben kemudian meminta agar ia disuntik mati untuk mengakhiri hidup yang untuknya sudah tidak berarti lagi.

Sebagai seorang yang masih kurang paham tentang kehidupan, Daeng berasumsi (boleh dong? Tapi kalo salah mohon dimaafkan) bahwa Ruben mengalami yang oleh dunia Psikologi disebut Depresi. Menurut Phillip L. Rice (1992), depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan. Depresi tidaklah sekedar kesedihan dan dukacita, depresi adalah kesedihan dan dukacita yang lebih hebat dan bertahan terlalu lama.

Ada begitu banyak hal yang dapat menyebabkan munculnya Depresi. Sebenarnya penyebab depresi bisa dilihat dari faktor biologis (seperti misalnya karena sakit, pengaruh hormonal, depresi pasca-melahirkan, penurunan berat yang drastis) dan faktor psikososial (misalnya konflik individual atau interpersonal, masalah eksistensi, masalah kepribadian, masalah keluarga) . Ada pendapat yang menyatakan bahwa masalah keturunan punya pengaruh terhadap kecenderungan munculnya depresi. (http://www.e-psikologi.com)

Individu yang terkena depresi pada umumnya menunjukkan gejala psikis, gejala fisik & sosial yang khas, seperti murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah dan tersinggung, hilang semangat kerja, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan. Secara sederhana orang yang mengalami depresi dapat diamati menunjukkan gejala berikut :
- Kelelahan atau perasaan lamban dan lesu.
- Kesulitan konsentrasi.
- Masalah tidur.
- Merasa bersalah, tidak berharga atau putus asa.
- Nafsu makan berkurang atau kehilangan berat badan.

20/06/2008 04:42
Depresi Penyebab No.1 Bunuh Diri di Jepang

INILAH.COM, Tokyo - Markas besar Kepolisian Jepang mengungkapkan, penyakit depresi menempati urutan pertama yang menyebabkan melonjaknya angka bunuh diri di seantero negeri Matahari Terbit itu selama 2007.

Demikian laporan Kyodo di Tokyo, Kamis (19/6), mengutip hasil survei kepolisian Jepang yang menyebutkan angka bunuh diri sebesar 33.093 orang atau naik 2,9 persen dibanding tahun 2006.

Dari hasil penelitian tersebut juga diketahui bahwa angka itu merupakan angka tertinggi kedua, setelah tahun 2003 yang mencapai 34.427 orang. Selama sepuluh tahun terakhir jumlah bunuh diri di Jepang mencapai angka di atas 30.000 orang.

Selain depresi, alasan warga melakukan bunuh diri juga disebabkan oleh penyakit fisik ringan, dan ranking ketiga penyebab bunuh diri adalah karena utang.

Lihat!! Betapa berbahayanya depresi itu.
Beberapa orang ternyata tidak sanggup mengalami depresi, sehingga lebih memilih untuk mengakgiri hidupnya karena sudah tidak tahan lagi. Sebegitu beratkah pengalaman depresi itu hingga orang lebih memilih bunuh diri?

Yang Daeng tahu, Depresi dapat ditangani untuk mengurangi "kadarnya" atau bahkan untuk menghilangkan "depresi" tersebut. Proses terapi dapat melalui pengobatan medis maupun secara Psikologis. Obat antidepresan adalah yang paling sering digunakan. Namun Daeng sih lebih menyarakan terapi psikologi atau yang sering disebut Psikoterapi. Ada beberapa macam jenis Psikoterapi yang sering digunakan oleh para Psikolog, tergantung pada "kadar" depresi dari klien yang akan ditangani. Mengenai ini akan Daeng jelaskan di posting berikutnya, karena sudah larut malam nih, Ngantuk banget.

Daeng mengutip dari film "The Sea Inside", Ruben Sampedro berkata "Hidup adalah hak, bukanlah sebuah kewajiban". Tetapi Daeng berpesan,
"Hidup ini memang menjadi hak yang diberikan oleh Pencipta, tetapi bersama hak tersebut terlilit lembaran kewajiban yang teruntukkan bagi kita, kewajiban untuk memelihara dan menghargai nafas hidup yang dianugerahkanNya ini. Hak kita untuk memilikinya (hidup, red) tetapi hak Dia untuk mengambil kembali."

Share this article :

Ayo berlangganan Lowongan Pekerjaan - Peluang Kerja 2011! Silahkan daftarkan email anda untuk info Lowongan Kerja terupdate dari blog Lowongan Kerja, beasiswa dan peluang usaha ini.


5 Responses to "Berhati-hatilah terhadap "Depresi"!"

  1. gravatar Anonim

    Very Sad Movie.... :(( :o

  2. cepet cepet priksa nih
    jangan jangan diriku depresi

  3. Apa kareba Daeng? :D trim's dah mampir, slm persahabatan :o

  4. cari pelem bajakan nya ahh
    heu

    wah jangan sampe deh saya depresi..
    kan namanya juga HappyGie
    hehehe

    lam knal sobb
    :)

  5. salam kenal juga boss maaf isi disini gak ada sb , he he he .. sukses boss

Leave a Reply

Silahkan memberikan komentar di blog Belajar Blog, Psikologi, Bisnis Online, Lowongan Pekerjaan. Kalau ada informasi lowongan pekerjaan atau info peluang usaha, jangan ragu untuk berbagi disini Page Lowongan Kerja on Facebook.
Thanks.

Blog Widget by LinkWithin