Sikap asertif dikalangan Pemuda Toraja

Istilah apa lagi itu?

Baru dengar sekarang? Wah kemana aja?

Dalam ilmu Psikologi asertivitas dikenal sebagai suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, rasakan, dan pikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Apa massu’na? Artinya dalam bersikap asertif, kita dituntut untuk jujur terhadap diri sendiri dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya. Seseorang dikatakan asertif hanya jika ia mampu bersikap tulus dan jujur dalam mengekspresikan perasaan, pikiran dan pandangannya pada pihak lain sehingga tidak merugikan atau mengancam integritas pihak lain.

Sebaliknya, lawan dari asertif adalah non asertif. Seseorang yang non-asertif mengekspresikan perasaan atau pendapatnya justru dengan cara-cara yang terkesan melecehkan, menghina, menyakiti, merendahkan dan bahkan menguasai pihak lain sehingga tidak ada rasa saling menghargai dalam interaksi atau komunikasi tersebut. Sikap atau pun perilaku non asertif cenderung akan merugikan pihak lain karena seringkali bentuknya seperti mempersalahkan, mempermalukan, menyerang secara verbal atau pun fisik, marah-marah, menuntut, mengancam, sarkase (misalnya kritikan dan komentar yang tidak enak didengar), sindiran ataupun sengaja menyebarkan gosip tentang orang lain dengan maksud untuk merugikan orang tersebut.

Mengapa kita sulit untuk berperilaku asertif? Kebanyakan orang enggan untuk bersikap asertif karena dalam dirinya ada perasaan takut untuk mengecewakan orang lain, takut jika akhirnya dirinya tidak lagi disukai ataupun diterima dan kehilangan teman. Selain itu ada alasan lain, katanya untuk mempertahankan kelangsungan hubungan. Beberapa hal tersebut sering menjadi alasan karena salah satu pihak tidak ingin membuat pihak lain sakit hati. Padahal, dengan membiarkan diri untuk bersikap non-asertif, justru akan mengancam hubungan yang ada karena salah satu pihak kemudian akan merasa dimanfaatkan oleh pihak lain.

Dalam kehidupan sosial masyarakat Toraya, seringkali kita menemukan begitu banyak pemuda pemudi Toraya yang memelihara sikap non-asertif dalam pergaulannya. Entah atas dasar apa (belum ada penelitian tentang hal ini) sikap non-asertif ini ”sepertinya” sudah membudaya. Beberapa orang yang pernah saya tanya mengungkapkan alasan yang hampir sama yaitu adanya perasaan tidak enak, segan, takut menyakiti, tidak peduli, dan takut dimusuhi. Keadaan yang sering kita jumpai adalah kita akhirnya cenderung untuk mendiamkan, pura-pura tidak tahu dan seringkali menjadi ”bahan” untuk digosipkan. Kwkwkwwk... Ada juga yang dengan blak-blakan mengungkapkan perasaan, pikiran dan pendapatnya secara terus terang namun dengan sikap yang dimanipulasi (bukan pikiran atau pendapat yang sebenarnya) dengan tujuan untuk menyerang dan menjatuhkan pihak lain. Setelah ”misinya” sukses (mission accomplish) ia merasa sangat bangga dan bahagia. Seperti inikah kualitas hubungan yang akan terus kita pelihara?

Budaya ”longko” yang sudah berakar dalam kehidupan kita pemuda pemudi toraya sedikit banyak mempangaruhi ”lestarinya” sikap non-asertif dikalangan pemuda toraya. Kita takut dan malu tetapi juga suka malu-maluin (orang lain) di depan umum. Kwkwkwkwk.... Namun jangankan kita ini para pemuda pemudi, orang-orang tua kita di pemerintahan juga sama saja. Sikap-sikap yang tidak jujur dan tulus yang selama ini mereka tunjukkan menyebabkan Toraja tidak maju-maju. (kok lari kesana..hehehe..). Mengapa? Karena dengan memiliki sikap asertif, mereka harus dengan jujur mengakui ”permainan kotor” yang telah dilakukannya sejak lama sehingga konsekuensinya mereka akan kehilangan kekuasaan dan uang. Siapa yang mau? Disinilah sikap tersebut kemudian melukai, menyengsarakan dan merugikan pihak lain dalam hal ini masyarakat Tana Toraja. Lalu bagaimana dengan pemuda pemudi Toraya? Dapatkah kita mulai belajar untuk bersikap asertif, dan ”BERANI” menghadapi resiko terburuk dari sikap kita tersebut?

Share this article :

Ayo berlangganan Lowongan Pekerjaan - Peluang Kerja 2011! Silahkan daftarkan email anda untuk info Lowongan Kerja terupdate dari blog Lowongan Kerja, beasiswa dan peluang usaha ini.


0 Responses to "Sikap asertif dikalangan Pemuda Toraja"

Leave a Reply

Silahkan memberikan komentar di blog Belajar Blog, Psikologi, Bisnis Online, Lowongan Pekerjaan. Kalau ada informasi lowongan pekerjaan atau info peluang usaha, jangan ragu untuk berbagi disini Page Lowongan Kerja on Facebook.
Thanks.

Blog Widget by LinkWithin